Selasa, 26 September 2017

Mutasi Dana Kas Kecil

B. Mutasi Dana Kas Kecil
       Pada mutasi atau perubahan kas pada dasarnya terjadi akibat adanya penerimaan dan pengeluaran dana. Dana kas kecil diterima dari kas umum dan dikeluarkan melalui bagian-bagian pemakai dana.
1. Transaksi Yang Mengakibatkan Terjadinya Mutasi Dana Kas Kecil
     Transaksi yang mengakibatkan terjadinya mutasi dana kas kecil adalah sebagai berikut :
A. Transaksi pembentukan dana kas kecil sebesar jumlah menurut keputusan kepala bagian keuangan. Dokumen transaksi tersebut adalah sebagai berikut :
✏Bukti pengeluaran kas yang dibuat oleh bagian utang.
✏Surat keputusan kepala bagian keuangan sebagai dokumen pendukung.
B. Transaksi pemakaian dana kas kecil melalui bagian-bagian pemakai dana. Dokumen transaksi tersebut adalah sebagai berikut :
✏Bukti pengeluaran dana kas kecil yang dibuat bagian-bagian pemakai dana.
✏Bukti-bukti penggunaan dana seperti nota kontan dan kwitansi yang dibuat pihak luar perusahaan sebagai dokumen pendukung.
✏Surat permintaan pengeluaran dana kas kecil yang dibuat bagian-bagian pemakai sebagai dokumen pendukung.
C. Transaksi pengisian kembali dana kas kecil. Dokumen transaksi tersebut adalah sebagai berikut :
✏Bukti pengeluaran kas yang dibuat bagian utang.
✏Surat permintaan pengisian kembali dana kas kecil sebagai dokumen pendukung dibuat oleh bagian-bagian pemegang dana kas kecil.
✏Bukti pengeluaran dana kas kecil sebagai dokumen pendukung dibuatbolrh bagian-bagian pemakai dana kas kecil.
2. Dokumen/Bukti Pengelolaan Dana Kas Kecil
     Setiap transaksi yang terjadi di perusahaan akan mempengaruhi posisi saldo kas kecil dan transaksi tersebut harus dicatat ke dalam dokumen yang digunakan untuk mengelola administrasi dana kas kecil.
     Identifikasi mutasi dana kas kecil harus didukung oleh bagian-bagian yang berkaitan dengan mutasi tersebut agar pertanggung jawaban penggunaan dana kas kecil lebih jelas. Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan dana kas kecil adalah sebagai berikut :
1. Bukti Penerimaan Kas
      Dokumen bukti penerimaan kas adalah sebagai berikut :
✏Nota penjualan adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara tunai.
✏Bukti kas masuk adalah dokumen yang dibuat oleh perusahaan untuk mencatat terjadinya penerimaan uang secara tunai.
✏Faktur penjualan adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat transaksi penjualan secara kredit.
✏Pita register kas adalah dokumen yang dihasilkan oleh mesin register kas sebagai bukti terjadinya penerimaan uang.
✏Bukti setoran bank adalah formulir yang disediakan oleh bank untuk di isi oleh nasabahnya apabila ingin melakukan transaksi di bank.
2. Bukti Pengeluaran Kas
       Dokumen bukti pengeluaran kas adalah sebagi berikut :
✏Bukti Kas Keluar adalah dokumen yang dibuat oleh perusahaan untuk mencatat terjadinya pengeluaran uang secara tunai.
✏Faktur pembelian adalah dokumen yang diterima dari pemasok kepada bagian pembelian perusahaan atas terjadinya pembelian secara kredit.
✏Nota pembelian adalah dokumen yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian secara tunai.
✏Cek adalah surat perintah dari nasabah yang mempunyai rekening giro kepada bank untuk membayar sejumlah uang kepada pihak yang disebutkan di dalam cek tersebut.
3. Metode Pencatatan Dana Kas Kecil
       Metode pencatatan dana kas kecil berkaitan dengan pembentukan awal kas kecil serta proses menjurnal mutasi kas kecil yang digunakan. Metode pencatatan dana kas kecil tergantung dari kebijakan akuntansi perusahaan yang telah ditetapkan yaitu dapat menggunakan metode dana tetap (imprest fund method) atau metode dana tidak tetap (fluctuation fund method).
1. Metode Dana Tetap (Imprest Fund Method)
     Di dalam metode ini jumlah saldo rekening kas kecil selalu tetap yaitu sebesar cek yang diserahkan kepada kasir kas kecil untuk membentuk dana kas kecil. Cek tersebut di uangkan ke bank dan uangnya digunakan untuk membayar pengeluaran pengeluaran kas kecil.
Ciri-ciri penerapan metode dana tetap pada kas kecil adalah sebagai berikut :
✏Pengelola dana kas kecil mengumpulkan bukti-bukti pengeluaran yang telah dilakukan sesuai kewenangannya. Dengan bukti-bukti tersebut pengelola dana kas kecil meminta penggantian kepada kasir kas umum.
✏Penggantian dana kas kecil dilakukan dengan penarikan cek yang sama jumlahnya dengan dana kas kecil yang sudah dikeluarkan sehingga dana kas kecil tersedia kembali.
✏Pada saat dilakukan penggantian dana kas kecil bukti-bukti pengeluaran kas kecil di catat dalam jurnal pengeluaran kas sebagai pengeluaran kas kecil.
2. Metode Dana Tidak Tetap (Fluctuation Fund Method)
     Dalam metode dana tidak tetap (fluktuatif) pemakai kas kecil oleh kasir dicatat dalam bentuk jurnal formal sehingga buku kas kecil dapat digunakan sebagai dasar pencatatan dalam buku besar. Dana kas kecil tidak ditentukan dalam jumlah yang tetap sehingga jumlah pengganti dana kas kecil (pengisian kembali) tidak harus sama dengan jumlah yang telah dikeluarkan.
3. Perhitungan Fisik Dana Kas Kecil
      Perhitungan fisik dana kas kecil dilakukan oleh petugas yang tidak terkait dengan tugas pengelolaan kas kecil. Uang tunai dan benda-benda yang tergolong dalam kas kecil dihitung dan dilaporkan secara rinci mengenai jenis dan nilai persatuan. Jumlah saldo kas kecil menurut perhitungan fisik harus sama dengan saldo kas kecil menurut catatan.
4. Selisih Dana Kas Kecil
      Jika kas menurut perhitungan fisik lebih besar daripada kas menurut catatan disebut selisih kas lebih (cash overage). Jika sebaliknya disebut selisih kas kurang (cash shortage). Selisih kas dapat terjadi karena hal-hal berikut ini :
✏Jumlah yang diterima atau dikeluarkan lebih besar atau lebih kecil daripada jumlah yang seharusnya di catat karena tidak terjadinya uang pecahan kecil.
✏Kehilangan akibat kekeliruan saat transaksi pertukaran misalnya saat memberikan uang kembali.
✏Adanya uang palsu.
✏Kesalahan pencatatan dalam jurnal.
✏Sebab-sebab lain yang sama sekali tidak diketahui

Memproses Dokumen Dana Kas Kecil

A. Administrasi Dana Kas Kecil
    Pengeluaran kas yang dilakukan perusahaan umumnya meliputi pengeluaran untuk pembayaran utang dan operasional lainnya. Pembayaran digunakan dengan menggunakan kas kecil. Tujuan pembentukan dana kas kecil adalah membantu kasir (petugas kas kecil) dalam mengelola keuangan untuk keperluan rutin perusahaan.
1. Pengertian Dana Kas Kecil
      Dana kas kecil adalah sejumlah uang kas atau uang tunai yang disediakan perusahaan untuk membayar pengeluaran perusahaan yang jumlahnya kecil dan tidak ekonomis bila dibayar menggunakan cek. Misalnya pembelian materai, perangko, rekening telepon, rekening listrik, rekening air, perlengkapan kantor, biaya keamanan, dan biaya kebersihan.
      Dana kas kecil diserahkan kepada juru bayar kas kecil perusahaan yang akan bertanggung jawab penuh atas pengeluaran dan penggunaan dana kas kecil. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelancaran penggunaan dana kas kecil dan menghindari bentuk penyelewengan. Pengisian dana kas kecil dapat dilakukan berdasarkan permintaan pemegang dana kas kecil sudah menipis atau dapat pula dilakukan secara periodik.
2. Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Pengelolaan Dana Kas Kecil
      Untuk dapat mengelola administrasi dana kas kecil, peralatan yang dibutuhkan antara lain :
💦Formulir Permintaan Pengisian Kembali Dana Kas Kecil
      Menjelaskan mengenai teori dan praktik pada kas kecil sekaligus mempermudah perhitungan kas kecil menggunakan ms. excel dan bagaimana untuk menjelaskan serta mempaparkan hasil dari kerja kelompok.
💦Formulir Permintaan Pengeluaran Kas Kecil
💦Jurnal Pengeluaran Kas
💦Buku Jurnal Kas Kecil
💦Buku Laporan Penggunaan Dana Kas Kecil
💦Bukti Pengeluaran Kas Kecil
💦Alat Tulis dan Alat Hitung
3. Prosedur Pengelolaan Dana Kas Kecil
      Pengelolaan dana kas kecil merupakan proses pengelolaan bukti transaksi dana kas kecil sampai pencatatan buku kas kecil. Beberapa prosedur pengelolaan kas kecil antara lain sebagai berikut :
A. Pembentukan Dana Kas Kecil
      Dana kas kecil dibentuk berdasarkan surat keputusan kepala bagian keuangan. Dalam perusahaan yang memiliki standar operasional prosedur, semua jenis pengeluaran kas melibatkan bagian utang sehingga unit organisasi yang terlibat dalam prosedur pembentukan dana kas kecil adalah bagian utang, bagian kassa/kasir, bagian jurnal dan laporan, serta pemegang dana kas kecil.
Tugas masing-masing bagian adalah sebagai berikut :
1. Bagian Utang
Tugas bagian utang adalah sebagai berikut : 
💦Menerima otorisasi/surat pembentukan dana dari bagian keuangan
💦Membuat bukti kas keluar rangkap 3 (lembar 1 &3 diserahkan kepada bagian kasa dan dilampiri surat pembentukan/otorisasi dana kas kecil, lembar 2 diserahkan kepada bagian kartu biaya untuk diarsipkan)
💦Mencatat bukti kas keluar dalam daftar kas keluar
💦Menerima bukti kas keluar lembar 1 yang sudah dicap lunas oleh bagian kasa
💦Mencatat nomor cek dan tanggal pembayaran sesuai dengan data bukti pengeluaran kas, dan
💦Menyerahkan bukti kas keluar lembar 1 yang telah dicap lunas kepada bagian jurnal dan laporan.
2. Bagian Kassa/Kasir
Tugas bagian kassa/kasir adalah sebagai berikut:
💦Menerima bukti kas keluar lembar 1 & 3
💦Menyediakan cek sebesar nominal yang tercantum dalam bukti kas keluar
Membubuhkan cap dan tanda tangan pada bukti kas keluar lembar 1&3 serta surat pembentukan dana kas kecil
💦Menyerahkan bukti kas keluar lembar 1 & 3 yang telah dicap kepada bagian utang lembar 1 dilampiri dengan surat pembentukan dana kas kecil
💦Pemegang dana kas kecil lembar 3 bersama dengan cek.
3. Bagian Jurnal Dan Laporan
Tugas bagian jurnal dan laporan adalah sebagai berikut :
💦Menerima bukti kas keluar lembar 1 dan dilampiri surat keputusan pembentukan dana kas kecil dari bagian utang
💦Mencatat bukti kas keluar dalam jurnal pengeluaran kas, dan
💦Mengarsipkan buti kas keluar dan surat keputusan pembentukan dana kas kecil.
4. Pemegang Dana Kas Kecil
Tugas bagian Pemegang dana kas kecil adalah sebagai berikut :
💦Menerima cek dan bukti kas kecil dari bagian kassa
💦Mencairkan cek ke bank
Mengarsipkan bukti kas keluar.
B. Pengeluaran Dana Kas Kecil
      Formulir yang digunakan dalam pengeluaran dana kas kecil terdiri atas formulir surat permintaan pengeluaran dana kas kecil dan bukti pengeluaran dana kas kecil. Pihak yang terlibat dalam pengeluaran atau penggunaan dana kas kecil adalah pengguna dana kas kecil dan pemegang dana kas kecil. Kegiatan masing-masing pihak adalah sebagai berikut :
1. Pemakai Dana Kas Kecil
💦Mengisi surat permintaan pengeluaran dana kas kecil sebanyak dua lembar untuk selanjutnya diserahkan kepada pemegang dana kas kecil.
💦Menerima uang tunai dan surat pengeluaran dana kas kecil lembar pertama dari pemegang dana kas kecil.
💦Mengumpulkan bukti-bukti penggunaan dana kas kecil untuk dijadikan pendukung bukti pengeluaran kas kecil.
💦Mengisi formulir bukti pengeluaran kas kecil berdasarkan data bukti pendukung.
💦Menyerahkan bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar pertama kepada pemegang dana kas kecil untuk ditukar dengan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar kedua.
💦Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar kedua yang telah di cap lunas dari pemegang dana kaa kecil untuk diarsipkan.
2. Pemegang Dana Kas Kecil
💦Menerima surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 dan 2 dari bagian yang memerlukan dana (pemakai).
💦Menyerahkan uang tunai dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 kepada pemakai dana kas kecil.
💦Menerima bukti pengeluaran kas kecil, bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran kas kecil lembar 1 dari pemakai dana kas kecil sebagai bukti pertanggung jawaban.
💦Membubuhkan cap lunas pada bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1 dan 2.
💦Menyerahkan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 2 yang telah di cap lunas kepada pemakai dana kas kecil.
💦Menyiapkan bukti pengeluaran kas kecil, bukti-bukti pendukung dan surat permintaan pengeluaran dana kas kecil lembar 1. Dokumen-dokumen tersebut diserahkan kepada bagian utang pada saat pengajuan permintaan pengisian kembali dana kas kecil.
C. Pengisian Kembali Dana Kas Kecil
       Pengisian kembali dana kas kecil dilakukan apabila sisa dana kas kecil dipandang tidak akan cukup untuk memenuhi permintaan bagian-bagian pemakai dana kas kecil. Formulir dan dokumen yang diperlukan dalam pengisian dana kas kecil terdiri atas formulir permintaan pengisian kembali fana kas kecil, formulir bukti pengeluaran kas dan bukti pengeluaran kas kecil beserta dokumen pendukungnya. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengisian kembali dana kas kecil adalah pemegang dana kas kecil, bagian utang, bagian kasir serta bagian jurnal dan laporan.

Senin, 25 September 2017

Pengertian Budaya Lokal

Pengertian Budaya Lokal Menurut Para Ahli
1. Menurut J.W Ajawaila, budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal.
2. Menurut Lehman, budaya diartikan sebagai sekumpulan pengalaman hidup yang ada dalam masyarakat mereka sendiri. Pengalaman hidup masyarakatnya saja sangatlah banyak dan variatif, termasuk di dalamnya bagaimana perilaku dan keyakinan atau kepercayaan masyarakat itu sendiri.
3. Mofstede, budaya diartikan sebagai pemograman kolektif atas pikiran yang membedakan anggota-anggota suatu kategori orang dari kategori lainnya.
4. Bove dan Thill, budaya adalah sistem sharing atau simbol-simbol, kepercayaan, sikap, nilai-nilai, harapan, dan norma-norma untuk berperilaku.
5. Murphy dan Hildebrandt, budaya diartikan sebagai typical karakteristik perilaku dalam suatu kelompok.
6. Mitchel, budaya merupakan seperangkat nilai-nilai inti, kepercayaan, standar, pengetahuan, moral hukum, dan perilaku yang disampaikan oleh individu-individu dan masyarakat yang menentukan bagaimana seseorang bertindak, berperasaan dan memandang dirinya serta orang lain.

Budaya Lokal dan Budaya Nasional

A. Budaya Lokal
        Budaya lokal adalah kebudayaan yang tumbuh dan berkembang serta dimiliki dan diakui oleh masyarakat suku bangsa setempat.
1. Wujud Budaya Lokal.
    a). Ada sistem gagasan.
    b). Bentuk tindakan.
    c). Bentuk hasil karya.
2. Wujud Konkrit Budaya Lokal.
    a). Cara berbahasa.
    b). Cara bersikap dan berperilaku.
    c). Cara berpakaian.
    d). Peralatan hidup.
B. Budaya Nasional.
        Budaya nasional adalah kebudayaan yang berasal dari berbagai kebudayaan di daerah dan diakui sebagai identitas nasional.
Budaya nasional memiliki 2 fungsi utama yaitu :
1. Sebagai pedoman dalam membina persatuan dan kesatuan bangsa bagi masyarakat yang majemuk.
2. Sebagai pedoman dalam mengambil alih ilmu dan teknologi.

Senin, 04 Juli 2016

Pajak: Pajak Pengahasilan Pasal 22

Pajak Penghasilan Pasal 22.
    Pajak penghasilan pasal 22 merupakan pajak penghasilan yang dianut oleh:
1. Badan-badan tertentu (pemerintah/swasta) berkaitan dengan kegiatan impor atau usaha di bidang lain.
2. Bendaharawan pemerintah/lembaga pemerintah sehubungan dengan pembayaran atas penyerahan barang.
* Perhitungan Pph pasal 22
2,5 x nilai impor. Jika perusahaan atau badan mempunyai angka pengenal impor (API).
7,5 x nilai impor. Jika perusahaan tidak mempunyai angka pengenal impor (API).


Menanggulangi Pencurian di Lingkungan Kerja.

A. Penanggulangan Pencurian.
   1. Pengertian Pencurian.
         Menurut pasal 362 KUH Pidana yang dimaksud dengan pencurian yaitu mengambil barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian dari barang itu kepunyaan orang lain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum.
   2. Pelaku Pencurian.
         Pencurian dalam suatu perusahaan dapat dilakukan oleh:
a). Orang dalam, yaitu karyawan perusahaan itu sendiri.
Pencurian dalam sebuah perusahaan dapat dilakukan oleh karyawan perusahaan itu sendiri baik dalam jumlah yang kecil atau jumlah besar.
b). Orang luar, dalam hal ini dilakukan oleh tamu perusahaan atau pihak lain yang sengaja ingin mencuri barang-barang dari perusahaan tersebut.
Metode-metode yang digunakan oleh orang luar/tamu perusahaan yang akan melakukan pencurian, antara lain:

  1. Berkedok sebagai orang lain, misalnya sebagai tukang reparasi peralatan kantor.
  2. Mengambil hati.
  3. Mencari kelengahan.
  4. Penunjukkan tanggung jawab, misalnya mengaku sebagai atasan dari kota atau cabang lain.
  5. Sekedar keramah-tamahan.
   3. Menggunakan Sistem Keamanan Penyimpanan Secara Rutin.
      a). Menggunakan sistem dan prosedur keamanan perusahaan yang sesuai dengan kebijakan atau SOP (Standar Operasional Prosedur).

  • Siapa pun yang memasuki gedung harus diperiksakan kartu identitasnya, tanpa terkecuali.
  • Beberapa dokumen khusus perlu untuk dikunci dalam laci atau tempat penyimpanan aman (kuncinya tidak dibiarkan tergeletak begitu saja di tempat-tempat yang mudah dijangkau).
  • Kembali ke dalam gedung, tentunya tidak diragukan lagi bahwa semua perangkat yang terhubung dalam jaringan (termasuk sistem remote) perlu di proteksi dengan kata sandi.
  • PIN (Personal Identification Number)dan kata sandi tambahan adalah beberapa cara yang dianjurkan untuk meningkatkan keamanan.
B. Mengamati dan Menangani Perilaku yang Mencurigakan Sesuai Dengan Kebijakan Perusahaan.
    Terdapat 4 faktor pendorong seseorang untuk melakukan pencurian atau penggelapan yang disebut juga dengan teori GONE, yaitu:
    1. Keserakahan (Greed).
    2. Kesempatan (Opportunity).
    3. Kebutuhan (Need).
    4. Pengungkapan (Exposure).
C. Faktor Yang Memicu Terjadinya Pencurian.
    Faktor-faktor yang melemah pada diri seseorang yang mendorong untuk membuat pencurian dan penggelapan terbagi menjadi 2 kategori yaitu sebagai berikut:
1. Moral.
     Faktor moral berhubungan dengan keserakahan (greed). Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk mengurangi resiko adalah sebagai berikut:
   a). Visi dan tujuan perusahaan ditetapkan dan dicapai dengan melibatkan seluruh pihak (manajemen dan karyawan).
   b). Aturan perilaku pegawai, dikaitkan dengan lingkungan dan budaya organisasi perusahaan.
   c). Gaya manajemen memberikan contoh bekerja sesuai dengan misi dan aturan perilaku yang ditetapkan perusahaan.
2. Motivasi.
      Faktor ini berhubungan dengan kebutuhan (need).
    a). Menciptakan lingkungan yang menyenangkan.
    b). Sistem pengukuran kerja yang wajar dan adil.
    c). Bantuan konsultasi pegawai.
 

Senin, 27 Juni 2016

Perhitungan Pendapatan Nasional.

1. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional.
   A. Menurut Metode Nilai Produksi.
          Menghitung pendapatan nasional dengan menggunakan metode produksi dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian.
A. Di Indonesia, Sektor Ekonomi Pembentuk Pendapatan Nasional terdiri atas 11 lapangan usaha diantaranya:

  1. Pertanian, pertenakan, kehutanan, dan perikanan.
  2. Pertambangan dan penggalian.
  3. Industri dan pengolahan.
  4. Listrik, gas, dan air minum.
  5. Bangunan.
  6. Perdagangan, hotel, dan restoran.
  7. Pengangkutan dan telekomunikasi.
  8. Bank dan lembaga keuangan lainnya.
  9. Sewa rumah.
  10. Pemerintah dan periklanan.
  11. Jasa-jasa lainnya.
B. Menurut Metode Penerimaan atau Pendapatan.
          Seperti dijelaskan dalam pengertian Pendapatan Nasional, pendapatan nasional juga dapat diartikan dari sudut pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi. Pendapatan tersebut dapat berupa:
     1. Sewa (Rental Income).
            Pendapatan sewa adalah pendapatan yang diperoleh atas pemakaian aktiva tetap oleh pihak lain.
     2. Upah dan Gaji (Wages and Salanes).
            Upah dan gaji adalah berbagai pendapatan yang diterima oleh rumah tangga keluarga sebagai balas jasa dan tenaga kerja yang dipakai dalam proses produksi.
     3. Bunga Modal (Interest).
            Bunga merupakan balas jasa yang diterima pemilik modal sebagai konsekuensi memberikan peminjaman modal kepada pihak lain.
     4. Laba (Profit).
            Laba merupakan balas jasa yang diterima pengusaha sebagai akibat terjadinya proses produksi.
C. Menurut Metode Pengeluaran.
     1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Consumption/C).
           Pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan nilai belanja yang dilakukan rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhannya selama 1 tahun.
      2. Pengeluaran Investasi Rumah Tangga Produsen (Invesment/I).
             Pengeluaran rumah tangga produsen atau investasi merupakan pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat menaikkan produksi barang dan jasa di masa yang akan datang.
        3. Pengeluaran Pemerintah (Goverment Expenditure/G)
              Pengeluaran pemerintah merupakan pembelian barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
         4. Pengeluaran Rumah Tangga Luar Negeri (Ekspor-Impor/ X-M).
               Pengeluaran rumah tangga luar negeri atau ekspor neto adalah nilai ekspor yang dilakukan suatu negara dalam 1 tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama.
2. Manfaat Mempelajari Perhitungan Nasional.
       Pentingnya mempelajari perhitungan nasional diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pendapatan nasional merupakan alat ukur bagi tinggi rendahnya tingkat kemakmuran suatu bangsa.
  2. Pendapatan nasional berguna untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara.
  3. Pendapatan nasional berguna untuk pertumbuhan perekonomian negara dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu.
  4. Pendapatan nasional berguna untuk membandingkan perekonomian antar daerah.
  5. Pendapatan nasional juga dapat dijadikan dasar perbandingan perekonomian dengan negara lain.
  6. Pendapatan nasional berguna untuk menentukan dan kemudian menyusun berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.

3. Tujuan Mempelajari Perhitungan Pendapatan Nasional.
       Tujuan mempelajari perhitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui kemajuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara.
  2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat tentang nilai barang dan jasa dalam 1 tahun.
  3. Untuk membantu pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
  4. Untuk mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi perekonomian negara.


                   Sekian dan Terimakasih
                    Semoga Bermanfaat ;)