Senin, 27 Juni 2016

Perhitungan Pendapatan Nasional.

1. Metode Perhitungan Pendapatan Nasional.
   A. Menurut Metode Nilai Produksi.
          Menghitung pendapatan nasional dengan menggunakan metode produksi dapat dilakukan dengan menjumlahkan nilai tambah yang diwujudkan oleh berbagai sektor dalam perekonomian.
A. Di Indonesia, Sektor Ekonomi Pembentuk Pendapatan Nasional terdiri atas 11 lapangan usaha diantaranya:

  1. Pertanian, pertenakan, kehutanan, dan perikanan.
  2. Pertambangan dan penggalian.
  3. Industri dan pengolahan.
  4. Listrik, gas, dan air minum.
  5. Bangunan.
  6. Perdagangan, hotel, dan restoran.
  7. Pengangkutan dan telekomunikasi.
  8. Bank dan lembaga keuangan lainnya.
  9. Sewa rumah.
  10. Pemerintah dan periklanan.
  11. Jasa-jasa lainnya.
B. Menurut Metode Penerimaan atau Pendapatan.
          Seperti dijelaskan dalam pengertian Pendapatan Nasional, pendapatan nasional juga dapat diartikan dari sudut pendapatan yang diterima oleh pemilik faktor produksi. Pendapatan tersebut dapat berupa:
     1. Sewa (Rental Income).
            Pendapatan sewa adalah pendapatan yang diperoleh atas pemakaian aktiva tetap oleh pihak lain.
     2. Upah dan Gaji (Wages and Salanes).
            Upah dan gaji adalah berbagai pendapatan yang diterima oleh rumah tangga keluarga sebagai balas jasa dan tenaga kerja yang dipakai dalam proses produksi.
     3. Bunga Modal (Interest).
            Bunga merupakan balas jasa yang diterima pemilik modal sebagai konsekuensi memberikan peminjaman modal kepada pihak lain.
     4. Laba (Profit).
            Laba merupakan balas jasa yang diterima pengusaha sebagai akibat terjadinya proses produksi.
C. Menurut Metode Pengeluaran.
     1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Consumption/C).
           Pengeluaran konsumsi rumah tangga merupakan nilai belanja yang dilakukan rumah tangga untuk membeli berbagai jenis kebutuhannya selama 1 tahun.
      2. Pengeluaran Investasi Rumah Tangga Produsen (Invesment/I).
             Pengeluaran rumah tangga produsen atau investasi merupakan pengeluaran untuk membeli barang modal yang dapat menaikkan produksi barang dan jasa di masa yang akan datang.
        3. Pengeluaran Pemerintah (Goverment Expenditure/G)
              Pengeluaran pemerintah merupakan pembelian barang dan jasa yang dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
         4. Pengeluaran Rumah Tangga Luar Negeri (Ekspor-Impor/ X-M).
               Pengeluaran rumah tangga luar negeri atau ekspor neto adalah nilai ekspor yang dilakukan suatu negara dalam 1 tahun tertentu dikurangi dengan nilai impor dalam periode yang sama.
2. Manfaat Mempelajari Perhitungan Nasional.
       Pentingnya mempelajari perhitungan nasional diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pendapatan nasional merupakan alat ukur bagi tinggi rendahnya tingkat kemakmuran suatu bangsa.
  2. Pendapatan nasional berguna untuk mengetahui struktur perekonomian suatu negara.
  3. Pendapatan nasional berguna untuk pertumbuhan perekonomian negara dengan cara membandingkan pendapatan nasional dari waktu ke waktu.
  4. Pendapatan nasional berguna untuk membandingkan perekonomian antar daerah.
  5. Pendapatan nasional juga dapat dijadikan dasar perbandingan perekonomian dengan negara lain.
  6. Pendapatan nasional berguna untuk menentukan dan kemudian menyusun berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang ekonomi.

3. Tujuan Mempelajari Perhitungan Pendapatan Nasional.
       Tujuan mempelajari perhitungan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui kemajuan dan pemerataan perekonomian masyarakat dan negara.
  2. Untuk memperoleh taksiran yang akurat tentang nilai barang dan jasa dalam 1 tahun.
  3. Untuk membantu pemerintah dalam perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan.
  4. Untuk mengkaji dan mengendalikan faktor-faktor yang memengaruhi perekonomian negara.


                   Sekian dan Terimakasih
                    Semoga Bermanfaat ;)

           


Minggu, 26 Juni 2016

Seni Budaya : Seni Rupa 2 Dimensi

A. Pengertian Seni Rupa 2 Dimensi.
       Berdasarkan dimensinya, karya seni rupa terbagi menjadi dua, yaitu karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa 3 dimensi. Karya seni rupa dua dimensi memiliki dua ukuran dan karya seni rupa tiga dimensi mempunyai tiga ukuran atau memiliki ruang.
       Berdasarkan fungsinya, karya seni rupa ada yang dibuat dengan pertimbangan utama untuk memenuhi fungsi praktis, karya seni tersebut dinamakan seni rupa terapan (applied art). Pembuatan karya seni rupa terapan umumnya melalui prosen perancangan (desain). Pertimbangan aspek-aspek kerupaan dalam karya seni rupa terapan berfungsi untuk memperindah bentuk dan tampilan sebuah benda serta meningkatkan kenyamanan penggunaannya. Sebaliknya, karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan untuk dinikmati keindahan dan keunikannya saja tanpa mempertimbangkan fungsi praktisnya, karya seni tersebut dinamakan karya seni rupa murni.
B. Unsur dan Objek Karya Seni Rupa 2 Dimensi.
       Dalam sebuah karya seni rupa, unsur fisik dapat secara langsung dilihat dan atau diraba sedangkan unsur nonfisik adalah prinsip atau kaidah-kaidah umum yang digunakan untuk menempatkan unsur-unsur fisik dalam sebuah karya seni.
Unsur-Unsur Seni Rupa.
       Unsur-unsur dalam karya seni rupa adalah sebagai berikut:
   1. Garis.
        Garis adalah unsur fisik yang mendasar dan penting dalam mewujudkan sebuah karya seni rupa.
   2. Raut (Bidang dan Bentuk).
        Unsur rupa lainnya adalah "rakut" yang merupakan tampak, potongan, atau wujud dari suatu objek. Istilah "bidang" umumnya digunakan untuk menunjukkan benda yang cenderung pipih atau datar sedangkan "bangun" atau "bentuk" lebih menunjukkan kepada wujud benda yang memiliki volume.
   3. Ruang.
        Pada karya seni rupa dua dimensi kesan ruang dapat dihadirkan dengan pengolahan unsur-unsur kerupaan lainnya seperti perbedaan intensitas warna, terang gelap, atau menggunakan teknik menggambar perspektif untuk menciptakan ruang semu (khayal).
   4. Tekstur.
         Tekstur atau barik adalah unsur seni rupa yang menunjukkan kualitas taktis dari suatu permukaan atau penggambaran struktur permukaan suatu objek pada karya seni rupa. Berdasarkan wujudnya, tekstur dapat dibedakan menjadi dua yaitu tekstur asli dan tekstur buatan. Tekstur asli adalah perbedaan ketinggian permukaan objek yang nyata dan dapat diraba, sedangkan tekstur buatan adalah kesan permukaan objek yang timbul pada suatu bidang karena pengolahan unsur garis, warna, ruang, dan terang gelap.
   5. Warna.
          Warna adalah unsur seni rupa yang paling menarik perhatian. Dalam berkarya seni rupa, terdapat beberapa teknik penggunaan warna, yaitu secara harmonis, heraldis, murni, monokromatik, dan polikromatik.
   6. Gelap-Terang.
         Unsur gelap terang pada karya seni rupa timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh pada permukaan benda.
C. Medium dan Bahan Karya Seni Rupa.
1. Medium dan Bahan Karya Seni Rupa 2 Dimensi.
        Bahan berkarya seni rupa adalah material habis pakai yang digunakan untuk mewujudkan karya seni rupa tersebut.
        Berdasarkan sumber bahan dan proses pengolahannya, bahan untuk berkarya seni rupa terbagi menjadi dua yaitu sebagai berikut:
1). Bahan Baku Alami.
         Bahan baku alami adalah material yang bahan dasarnya berasal dari alam.
2). Bahan Baku Olahan.
         Bahan baku olahan adalah bahan-bahan alam yang telah diolah melalui proses pabrikasi atau industri tertentu menjadi bahan baru yang memilik sifat dan karakter khusus.
        Berdasarkan sifat materialnya, bahan untuk berkarya seni rupa dapat dikategorikan ke dalam bahan keras dan bahan lunak, bahan cair dan bahan padat, dan sebagainya.

       

Sabtu, 11 Juni 2016

Sejarah Indonesia : Peradaban Awal di Kepulauan Indonesia

A. Sebelum Mengenal Tulisan.
      Pra-aksara berasal dari dua kata, yakni pra yang berarti sebelum dan aksara yang berarti tulisan. Jadi, zaman pra-aksara adalah masa kehidupan manusia sebelum mengenal tulisan. Untuk menyelidiki zaman pra-aksara, para sejarawan harus menggunakan metode penelitian ilmu arkeologi dan juga ilmu alam seperti geologi dan biologi. Ilmu arkeologi  adalah bidang ilmu yang mengkaji bukti-bukti atau jejak tinggalan fisik, seperti lempeng artefak, monumen, candi dan sebagainya.
B. Terbentuknya Kepulauan Indonesia
     Teori "Dentuman Besar" (Big Bang), seperti yang dikemukakan oleh ilmuwan besar Inggris, Stephen Hawking menyatakan bahwa alam semesta mulanya berbentuk gumpalan gas yang mengisi seluruh ruang jagad raya.
     Proses evolusi bumi dibagi menjadi beberapa periode sebagai berikut :

  1. Azoikum dalam bahasa Yunani (a berarti tidak dan zoon berarti hewan), yaitu zaman sebelum adanya kehidupan. Pada masa  ini bumi baru terbentuk dengan suhu yang relatif tinggi dan berlangsung sekitar 1 miliar tahun yang lalu.
  2. Palaezoikum, yaitu zaman purba tertua. Pada masa ini sudan meninggalkan fosil flora dan fauna dan berlangsung sekitar 350 juta tahun yang lalu.
  3. Mesozoikum, yaitu zaman purba tengah. Pada masa ini hewan mamalia (menyusui), hewan amfibi, burung dan tumbuhan berbunga mulai ada. Lamanya kira-kira 140 juta tahun yang lalu.
  4.  Neozoikum, yaitu zaman purba     baru, yang dimulai sejak 60 juta tahun yang lalu. Zaman ini dapat dibagi lagi menjadi dua tahap (Tersier dan Quarter).
C. Mengenal Manusia Purba.
      Dibawah ini akan dijelaskan beberapa penemuan penting fosil manusia di beberapa tempat sebagai berikut:
   1. Sangiran
         Situs Sangiran merupakan suatu kubah raksasa yang berupa cekungan besar di pusat kubah akibat adanya erosi di bagian puncaknya. Situs Sangiran menjadi sangat terkenal berkaitan dengan penemuan fosil Homo Erectus secara sporadis dan berkesinambungan. Homo Erectus adalah takson paling penting dalam sejarah manusia, sebelum masuk pada tahapan manusia Homo Sapiens, manusia modern. Situs ini ditetapkan secara resmi sebagai Warisan Dunia pada tahun 1996, yang tercantum dalam nomor 593 Daftar Warisan Dunia (World Heritage List) UNESCO.
    2. Trinil, Ngawi, Jawa Timur.
         Trinil adalah sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, masul wilayah administrasi Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Penemuan tengkorak Pithecanthropus Erectus dari Trinil sangat pendek tetapi memanjang ke belakang. Volume otaknya sekitar 900 cc, diantara otak kera 600 cc dan otak manusia modern 1.200-1.400 cc.
         Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, terdapat beberapa jenis manusia purba yang pernah hidup di zaman pra-aksara yaitu sebagai berikut:
     1) Jenis Meganthropus.
              Jenis manusia purba ini terutama berdasarkan penelitian Von Koeningswald di Sangiran tahun 1936 dan 1941 yang menemukan fosil rahang manusia yang berukuran besar. Dari hasil rekonstruksi ini kemudian para ahli menamakan jenis manusia ini dengan sebutan "Meganthropus Paleojavanicus", yang artinya manusia raksasa dari Jawa. Jenis manusia purba ini memiliki ciri rahang yang kuat dan badannya tegap.
     2) Jenis Pithecanthropus.
              Jenis manusia ini didasarkan pada penelitian Eugene Dubois pada tahun 1890 di dekat Trinil, sebuah desa di pinggiran Bengawan Solo, di wilayah Ngawi. Setelah direkonstruksi terbentuk kerangka manusia, tetapi masih terlihat tanda-tanda kera. Jenis ini dinamakan Pithecanthropus Erectus, yang artinya manusia kera yang berjalan tegak. Jenis ini juga ditemukan di Mojokerto, sehingga disebut Pithecanthropus Mojokertensis.
     3) Jenis Homo.
              Fosil jenis Homo ini pertama kali diteliti oleh Von Reitschoten di Wajak. Penelitian dilanjutkan oleh Eugene Dubois bersama kawan-kawan dan menyimpulkan sebagai jenis Homo. Ciri-ciri jenis manusia Homo ini bermuka lebar, hidung dan mulutnya menonjol. Dahi juga masih menonjol, bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan manusia sekarang. Hidup dan perkembangan jenis manusia ini sekitar 40.000-25.000 tahun yang lalu.
        Homo Sapiens artinya "Manusia Sempurna" baik dari segi fisik, volume otak maupun postur badannya yang tidak jauh berbeda dengan manusia modern. Homo Sapiens memiliki kapasitas otak yang jauh lebih besar (rata-rata 1.400 cc), dengan atap tengkorak yang jauh lebih bundar dan lebih tinggi dibandingkan dengan Homo Erectus yang mempunyai tengkorak panjang dan rendah dengan kapasitas otak 1.000 cc.
       Dalam perkembangannya, kehidupan manusia modern dapat dikelompokkan menjadi tiga tahap, yaitu sebagai berikut:

  • Kehidupan manusia modern awal yang kehadirannya hingga akhir zaman es (sekitar 12.000 tahun yang lalu).
  • Kehidupan manusia modern yang lebih belakangan, dan berdasarkan karakter fisiknya dikenal sebagai ras Austromelanesoid.
  • Mulai disekitar 4.000 tahun lalu muncul penghuni baru di Kepulauan Indonesia yang dikenal sebagai penutur bahasa Austronesia.
              Beberapa penggolongan manusia Homo Sapiens dapat dikelompokkan sebagai berikut:
A) Manusia Wajak.
          Pada tahun 1889, manusia Wajak ditemukan oleh B.D. Van Rietschoten disebuah ceruk di lereng pegunungan karst di barat laut Campurdarat, dekat Tulungagung, Jawa Timur. Ras Wajak ini merupakan penduduk Homo Sapiens yang kemudian menurunkan ras-ras yang kemudian kita kenal sekarang.
B) Manusia Liang Bua.
          Liang Bua secara harfiah merupakan sebuah gua yang dingin. Sebuah gua yang sangat lebar dan tinggi dengan permukaan tanah yang datar merupakan tempat bermukim yang nyaman bagi manusia pada masa pra-aksara. Liang Bua merupakan sebuah temuan manusia modern awal dari akhir masa Pleistosen di Indonesia yang menakjubkan yang diharapkan dapat menyibak asal-usul manusia di Kepulauan Indonesia.
       Manusia Liang Bua mempunyai ciri tengkorak yang panjang dan rendah, berukuran kecil, dengan volume otak 380 cc. Kapasitas kranial tersebut berada jauh di bawah Homo Erectus (1.000 cc), manusia modern Homo Sapiens (1.400 cc), dan bahkan berada di bawah volume otak simpanse (450 cc).



       

Customer Service: Bagian-Bagian Telepon

A. Pengenalan Peralatan Telepon.
        Agar dapat mengoperasikan pesawat telepon dengan benar, terlebih dahulu seseorang harus mengenal peralatan yang ada dalam pesawat telepon. Adapun bagian-bagian pesawat telepon adalah sebagai berikut: (Catatan: tidak semua pesawat telepon memiliki bagian-bagian dibawah ini)

  1. Gagang telepon atau handset terdiri dari dua ujung yaitu receiver atau bagian pendengaran dan multipiece atau bagian yang dipakai untuk bicara.
  2. Cord atau kabel penghubung gagang telepon.
  3. Induk telepon atau papan nomor telepon, yaitu papan yang berfungsi untuk menuliskan nomor telepon.
  4. Tombol Call Forwarding/ Do Not Distrub (FWD/DND), yaitu tombol yang berfungsi untuk memindahkan panggilan ke nomor ekstensi lainnya.
  5. Tombol konferensi yaitu tombol yang berfungsi pada saat Anda hendak melakukan pembicaraan telepon dengan tiga orang pada saat yang bersamaan.
  6. Tombol SNR (Saved Number Redial) yaitu tombol yang berfungsi untuk mengulang kembali nomor telepon yang telah disimpan di SNR.
  7. Tombol LNR (Last Number Redial) yaitu tombol yang berfungsi untuk memutar kembali nomor terakhir Anda melakukan hubungan telepon.
  8. Tombol flash, yaitu tombol yang berfungsi untuk mendapatkan nada pilih.
  9. Tombol hold, yaitu tombol yang berfungsi untuk menunda percakapan tanpa memutuskan hubungan.
  10. Tombol redial, yaitu tombol yang berfungsi untuk mengulang kembali nomor terakhir kita menelepon setelah pesawat telepon dimatikan.
  11. Tombol pause, yaitu tombol yang berfungsi untuk menghentikan sementara percakapan telepon.
  12. Tombol speaker phone, yaitu tombol yang berfungsi untuk mendengarkan suara orang yang Anda telepon, tanpa mengangkat gagang telepon.
  13. Tombol transfer, yaitu tombol yang berfungsi untuk memindahkan panggilan dan menghapus program.
  14. Tombol interkom, yaitu tombol yang akan menyala jika ada hubungan telepon antara nomor ekstensi yang satu dengan ekstensi lainnya.
  15. Tombol auto/memory, yaitu tombol yang berfungsi bila Anda ingin memanggil nomor telepon yang telah di program.
  16. Tombol auto answer, yaitu tombol yang berfungsi untuk mengangkat telepon tanpa harus mengangkat handset atau menekan tombol speaker phone.
  17. Tombol pengatur suara speaker, yaitu tombol yang berfungsi untuk mengatur tinggi rendah volume suara.
  18. Tombol memori, yaitu tombol yang berfungsi untuk mencatat nomor telepon yang telah disimpan dalam program speed dialing.
  19. Kartu nomor telepon, yaitu tombol yang berfungsi untuk menuliskan nomor-nomor ekstensi atau nomor-nomor ruangan lainnya yanga ada.
  20. Layar tampilan, yaitu layar untuk menampilakn nomor telepon/nomor ekstensi yang dipanggil, juga menampilkan hari, tanggal, bulan, tahun, waktu/jam, dan lain-lain.

Jumat, 10 Juni 2016

Dasar-Dasar Perpajakan

1. Definisi dan Unsur Pajak.
         Menurut Prof.Dr. Rahmat Soemitro,SH. Pajak adalah iuran rakyat kepada kas negara berdasarkan UU (yang dapat dipaksakan) dengan tiada mendapat jasa timbal (kontra prestasi) yang langsung dapat ditunjukkan dan digunakan untuk membayar pengeluaran umum.
     Unsur-unsur pajak: 
  • Iuran dari rakyat kepada negara yang berhak memungut pajak hanyalah negara. Iuran tersebut berupa uang (bukan barang).
  • Pajak dipungut berdasarkan UU serta aturan pelaksanaannya.
  • Tanpa jasa timbal balik/kontra prestasi dari negaranya langsung dapat ditunjuk dalam pembayaran pajak.
  • Digunakan untuk membiayai rumah tangga negara, yaitu pengeluaran yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
2. Fungsi Pajak.
       Terdapat 2 fungsi pajak yaitu sebagai berikut:
   1). Fungsi Budgetair.
       Fungsi Budgetair yaitu pajak sebagai sumber dana bagi pemerintah untuk membiayai pengeluaran-pengeluarannya.
   2). Fungsi Mengatur.
       Fungsi Mengatur yaitu pajak sebagai alat untuk mengatur atau melaksanakan kebijakan pemerintah dalam bidang sosial dan ekonomi.
C. Syarat Pemungutan Pajak.
        Agar pemungutan pajak tidak menimbulkan hambatan atau perlawanan, maka pemungutan pajak harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  1. Pemungutan pajak harus adil.
  2. Pemungutan pajak harus berdasarkan Undang-Undang (syarat yuridis).
  3. Tidak mengganggu perekonomian (syarat ekonomi).
  4. Pemungutan pajak harus efisien (syarat finansil)
  5. Sistem pemungutan pajak harus sederhana.


        



 

Pengetahuan Dasar Komunikasi Dengan Telepon

1. Pengertian Telekomunikasi
        Telekomunikasi berasal dari kata tele (jauh) dan komunikasi (pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami/ hubungan kontak). Jadi, Telekomunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih yang jaraknya berjauhan/kontak jarak jauh antara komunikator dan komunikan dengan menggunakan media atau alat komunikasi.
      Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Telekomunikasi adalah komunikasi jarak jauh melalui kawat (telegraf,telepon) dan radio.